Jangan Pertaruhkan Sertifikasi BPOM: Mengapa Kami Pakai Full Stainless Steel 304

image
Source : Opini Mandala

Apakah Anda sedang mengurus izin usaha makanan? Banyak pabrik gagal lolos uji tes. Mesin murah sering menjadi sebab utamanya. Oleh karena itu, bahan **Stainless Steel 304 Food Grade** sangat wajib dipakai. Bahan logam ini sangat aman untuk menjaga kualitas produk Anda dan memenuhi standar keamanan pangan Indonesia.

Banyak pengusaha belum paham soal jenis logam. Mereka sering tergiur dengan harga mesin yang sangat murah. Padahal, bahan logam itu sangat menentukan nasib pabrik — terutama saat audit BPOM, HACCP, atau sertifikasi Halal.

Beda SS 201 dan SS 304 – Mana yang Aman untuk Mesin Makanan?

Mari kita bahas bedanya secara singkat. Banyak mesin murah memakai jenis **SS 201** (sering disebut SUS 201 atau stainless grade 200).

  • SS 201: Murah, mengandung mangan tinggi (5,5–7,5%), mudah berkarat (rentan korosi), menempel pada magnet, dan kurang tahan terhadap cairan asam makanan (saus, cuka, buah, dll.). Korosi bisa melepaskan logam berat seperti mangan, nikel, atau kromium ke makanan — berisiko kesehatan (gangguan saraf, hati, ginjal).
  • SS 304: Standar mutu tingkat dunia (food grade), komposisi 18/8 (18% kromium, 8% nikel), tahan korosi tinggi, anti karat bahkan di lingkungan asam, tidak menempel magnet, aman kontak langsung dengan makanan, mudah dibersihkan, dan sesuai BPOM, HACCP, serta sertifikasi Halal. Digunakan luas di industri kuliner, hotel, rumah sakit, dan pabrik makanan.

BPOM dan standar keamanan pangan Indonesia (CPPOB, HACCP) merekomendasikan **SS 304 atau 316** untuk peralatan kontak makanan. SS 201 sering gagal uji logam berat dan tidak direkomendasikan untuk kontak jangka panjang dengan makanan asam atau panas.

Risiko Mesin Murah Berkarat – Bisa Fatal untuk Bisnis Anda

Memakai mesin berbahan besi campur atau SS 201 sangat berbahaya:

  • Logam berkarat bisa meracuni adonan makanan → kontaminasi logam berat (mangan, nikel, kromium) berisiko kesehatan konsumen
  • Pabrik gagal lolos uji BPOM → izin produksi ditolak, operasional terhenti
  • Sertifikasi HACCP dan Halal sulit didapat → hilang peluang tender besar (MBG, katering, ekspor, supermarket)
  • Produk recall atau komplain massal → reputasi rusak, biaya ganti rugi tinggi
  • Mesin cepat rusak → downtime produksi, biaya perbaikan berulang

Jangan mengambil risiko besar ini demi berhemat sedikit di awal — investasi awal murah bisa berujung kerugian jutaan hingga miliaran rupiah.

Komitmen Kualitas FOTEC – Mesin Awet, Aman, dan Food Grade

FOTEC tidak pernah main-main soal mutu bahan. Kami mengutamakan keamanan bisnis jangka panjang Anda:

  • Seluruh bagian kontak makanan menggunakan **Stainless Steel SUS 304 Food Grade** — tahan korosi, higienis, aman untuk BPOM & HACCP
  • Mesin dirancang untuk operasi nonstop — awet puluhan tahun dengan perawatan minimal
  • Stok sparepart lengkap di Indonesia → teknisi lokal cepat tangani, minim downtime
  • Investasi sekali beli — ROI cepat melalui produksi stabil, kualitas tinggi, dan lolos sertifikasi mudah
mesin (3)

Jangan Ambil Risiko dengan Mesin Murah – Pilih Kualitas Sekarang

Jangan biarkan mesin berkarat atau bahan non-food grade menghancurkan bisnis Anda. Investasi pada mesin FOTEC dengan SS 304 Food Grade adalah langkah aman untuk lolos uji BPOM, HACCP, dan Halal — serta produksi berkualitas tinggi jangka panjang.

Hubungi tim FOTEC hari ini untuk:

  • Konsultasi gratis — kami jelaskan standar bahan & bantu pilih mesin sesuai kebutuhan pabrik Anda
  • Demo mesin langsung di showroom Jakarta — lihat sendiri SS 304 food grade
  • Penawaran terbaik & paket perawatan untuk mesin bakery/food processing

Telepon / WhatsApp: +62 822 9999 1897
Website: www.fotec.id
Instagram: @fotec.bakery

Investasi sekali, aman selamanya. Pilih FOTEC — kualitas food grade, bisnis terlindungi!

Tags: stainless steel 304 food grade, SS 304 vs SS 201, mesin bakery BPOM, HACCP food grade Indonesia, risiko SS 201 mesin makanan, FOTEC stainless 304

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0

Subtotal