Roti Fortifikasi untuk MBG: Produksi Massal Gramasi Presisi

image
Source : Eat On Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah Indonesia terus memperluas variasi menu untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain nasi putih atau nasi merah, roti fortifikasi (roti yang diperkaya vitamin, mineral, serat, atau protein) menjadi pilihan alternatif yang praktis, mudah disajikan, tahan lama, dan disukai anak-anak.

Roti sandwich isi selai kacang fortifikasi, roti tawar gandum, atau roti isi keju rendah gula kini sering masuk daftar menu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Menjadi Vendor MBG Bukan Perkara Mudah

Standar gizi yang ditetapkan ahli gizi pemerintah sangat ketat: setiap potong roti harus memiliki berat dan kandungan nutrisi yang seragam (misalnya 80 g ± 2 g per slice dengan target kalori, protein, zat besi, dan vitamin A/B tertentu). Ketidaksesuaian bisa berujung komplain, retur, atau bahkan diskualifikasi kontrak.

Tantangan Produksi Manual pada Roti Fortifikasi

Produksi manual dengan tangan atau alat sederhana sering menimbulkan masalah:

  • Ukuran & berat tidak rata — adonan dibagi secara kasar, hasil akhir bisa beda 10-20 g antar potong.
  • Komposisi nutrisi tidak konsisten — fortifikasi (penambahan premix vitamin/mineral/serat) membuat adonan lebih berat, lengket, dan sulit dibentuk seragam.
  • Risiko komplain gizi — jika satu batch ada slice terlalu ringan, nilai gizi total per porsi bisa di bawah standar, berpotensi memengaruhi evaluasi program MBG.
  • Waktu produksi lama — sulit capai ribuan potong per hari tanpa tambah tenaga kerja signifikan.

Akibatnya, banyak vendor kecil-menengah kesulitan bersaing dalam tender MBG karena tidak mampu menjamin presisi gramasi yang dibutuhkan.

Solusi Fotec: Automated Bread Plant & Dough Divider untuk Presisi Tinggi

Fotec Machinery Indonesia menyediakan lini Automated Bread Plant dan Dough Divider yang dirancang khusus untuk produksi roti skala besar, termasuk roti fortifikasi dengan adonan yang lebih challenging.

Keunggulan utama mesin Fotec untuk roti MBG:

  • Akurasi berat per gram — Dough Divider membagi adonan dengan presisi ±1-2 g, memastikan setiap potong roti identik dalam berat dan volume.
  • Mampu tangani adonan lengket & berat — sistem pisau anti-lengket dan pressure control khusus cocok untuk adonan yang diperkaya serat oat, tepung gandum utuh, premix vitamin, atau tambahan protein.
  • Integrasi lini otomatis — dari dough divider → rounder → proofer → oven → slicer → packaging, seluruh proses terkontrol untuk konsistensi nutrisi.
  • Material stainless steel AISI 304 food-grade — higienis, tahan korosi, mudah dibersihkan, sesuai standar keamanan pangan MBG.
  • Kapasitas scalable — dari 1.000 hingga puluhan ribu potong/hari, ideal untuk vendor SPPG di berbagai daerah.

Contoh Mesin Dough Divider Otomatis

Berikut contoh Dough Divider otomatis yang menjamin pembagian adonan presisi:

automatic divider & rounder (1)
Source : FOTEC

Contoh Lini Automated Bread Plant Lengkap

Mesin ini menunjukkan proses pembagian adonan fortifikasi yang seragam, siap masuk tahap proofing dan baking tanpa variasi berat.

industrial bread line

Kesimpulan

Roti fortifikasi bukan hanya alternatif karbohidrat, tapi juga solusi strategis untuk memenuhi target gizi nasional dalam program MBG. Dengan Mesin Dough Divider dan Automated Bread Plant dari Fotec, vendor bisa menjamin gramasi nutrisi presisi, mengurangi risiko komplain, dan meningkatkan peluang memenangkan kontrak besar.

Investasi ini bukan biaya, melainkan kunci untuk produksi massal yang andal, higienis, dan sesuai standar ahli gizi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0

Subtotal