5 Tips Memilih Mesin Kemasan Makanan yang Tepat

Source : https://co.pinterest.com/pin/kaju-toast-packaging-design–589127195044299433/

Produk makanan padat dengan tekstur agak basah membutuhkan penanganan khusus saat dikemas. Karena itu, memilih Mesin Kemasan Makanan tidak cukup hanya berdasarkan kecepatan produksi. Sistem pengemasan juga harus sesuai dengan karakter produk.

Produk yang lengket atau mudah berubah bentuk dapat rusak jika proses pengemasan tidak tepat. Plastik bisa tertarik, produk dapat bergeser, dan hasil kemasan menjadi kurang rapi. Selain menjaga tampilan, kemasan yang baik juga membantu melindungi produk selama penyimpanan dan distribusi. Oleh sebab itu, produsen perlu memilih sistem pengemasan yang mampu menangani produk dengan karakteristik tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah Horizontal Bottom Roll Machine. Mesin ini menggunakan sistem suplai film dari bagian bawah sehingga produk dapat ditopang oleh plastik selama proses pembungkusan.

Apa Itu Mesin Kemasan Makanan?

Mesin Kemasan Makanan adalah peralatan yang digunakan untuk mengemas berbagai jenis produk makanan secara otomatis atau semiotomatis.

Dalam industri makanan, mesin pengemas dapat digunakan untuk berbagai produk. Contohnya adalah roti, biskuit, cookies, snack, kue, makanan beku, dan produk padat lainnya.

Setiap produk memiliki karakter yang berbeda. Ada makanan yang kering dan kokoh. Ada pula produk yang lembut, lengket, atau mudah berubah bentuk. Karena itu, sistem pengemasan harus disesuaikan dengan karakter produk. Mesin yang tepat dapat membantu meningkatkan kecepatan sekaligus menjaga hasil kemasan tetap konsisten.

1. Sesuaikan Mesin dengan Karakter Produk

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jenis produk yang akan dikemas. Produk kering dan keras biasanya lebih mudah diproses. Sebaliknya, makanan yang agak basah atau lengket membutuhkan penanganan lebih hati-hati.

Misalnya, kue dengan tekstur lembut dapat berubah bentuk ketika terkena tekanan. Produk yang lengket juga dapat tertahan atau terseret ketika masuk ke area pembungkus. Karena itu, produsen perlu mempertimbangkan bagaimana produk bergerak dari conveyor menuju area sealing.

2. Perhatikan Sistem Suplai Plastik

Sistem suplai film menjadi salah satu faktor penting dalam memilih mesin pengemas. Pada mesin flow wrapper konvensional tertentu, film dapat berasal dari bagian atas produk. Namun, untuk beberapa jenis makanan padat, posisi tersebut belum tentu menjadi pilihan terbaik.

Horizontal Bottom Roll Machine menggunakan film yang disuplai dari bagian bawah. Posisi ini membuat plastik berada di bawah produk ketika proses pembungkusan berlangsung. Dengan begitu, film dapat berfungsi sebagai penopang produk selama proses pengemasan.

Mengapa Sistem Bottom Roll Cocok untuk Produk Tertentu?

Produk yang mudah rusak membutuhkan proses perpindahan yang lebih terkontrol. Pada sistem bottom roll, produk berada di atas film sebelum proses pembentukan kemasan. Film kemudian bergerak bersama produk menuju proses pembungkusan dan penyegelan.

Cara kerja tersebut dapat membantu mengurangi risiko produk terseret secara langsung oleh mekanisme pembungkus tertentu. Namun, hasil akhir tetap bergantung pada jenis produk, ukuran, tekstur, kecepatan mesin, dan pengaturan produksi.

3. Pilih Mesin dengan Hasil Sealing yang Konsisten

Kemasan tidak hanya harus terlihat menarik. Bagian sealing juga harus dibuat dengan baik. Sealing merupakan proses menutup film plastik sehingga produk berada di dalam kemasan. Jika pengaturan suhu, tekanan, atau kecepatan tidak sesuai, hasil seal dapat bermasalah.

Masalah yang mungkin terjadi antara lain:

  • Seal kurang kuat
  • Plastik berkerut
  • Posisi seal tidak konsisten
  • Film mengalami kerusakan
  • Kemasan terlihat kurang rapi

Karena itu, produsen perlu memilih mesin yang dapat memberikan proses sealing secara konsisten. Selain itu, jenis film yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan produk dan mesin.

4. Pertimbangkan Kapasitas Produksi

Kecepatan mesin harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Jika produksi masih kecil, mesin berkapasitas sangat tinggi mungkin belum menjadi pilihan yang paling efisien. Sebaliknya, produsen dengan pesanan besar membutuhkan mesin yang mampu bekerja secara berkelanjutan.

Horizontal Bottom Roll Machine dari FOTEC memiliki kapasitas hingga 7.200 kantong per jam, tergantung pada produk dan kondisi operasional. Kapasitas tersebut dapat membantu produsen yang membutuhkan proses pengemasan dalam jumlah besar.

Namun, angka kapasitas bukan satu-satunya pertimbangan. Ukuran produk, panjang kemasan, jenis film, dan konfigurasi mesin juga dapat memengaruhi kecepatan aktual.

5. Pastikan Mesin Sesuai dengan Alur Produksi

Mesin pengemas sebaiknya tidak dilihat sebagai peralatan yang berdiri sendiri. Perhatikan juga proses sebelum dan sesudah pengemasan. Produk harus dapat masuk ke mesin dengan lancar. Setelah selesai dikemas, produk juga harus mudah dipindahkan ke proses berikutnya.

Misalnya, alur produksi dapat terdiri dari:
Produksi makanan → Pendinginan → Penyusunan produk → Flow wrapping → Pemeriksaan → Distribusi

Jika setiap tahap terhubung dengan baik, proses produksi menjadi lebih teratur. Oleh karena itu, produsen perlu mempertimbangkan ukuran conveyor, posisi operator, ruang mesin, hingga proses pengambilan produk setelah sealing.

Apa Keunggulan Horizontal Bottom Roll Machine?

Sistem bottom roll memiliki karakteristik yang berbeda dari sistem pengemasan horizontal lainnya. Film berasal dari bagian bawah dan bergerak bersama produk selama proses pembungkusan. Posisi tersebut dapat memberikan dukungan tambahan pada produk tertentu yang membutuhkan penanganan lebih hati-hati.

Sistem ini dapat dipertimbangkan untuk produk padat yang memiliki karakter lembut, agak basah, atau mudah berubah bentuk. Selain itu, proses otomatis membantu menghasilkan kemasan yang lebih konsisten dibandingkan pengemasan manual.

Produk yang Dapat Dipertimbangkan

Penggunaan mesin tetap harus disesuaikan dengan karakter produk. Beberapa contoh produk yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Cookies
  • Kue kering
  • Snack padat
  • Roti tertentu
  • Produk bakery
  • Makanan padat dengan tekstur lembut
  • Produk yang membutuhkan kemasan individual

Pengujian langsung tetap disarankan karena setiap produk memiliki bentuk, berat, tekstur, dan tingkat kelembapan yang berbeda.

Mengapa Kemasan yang Rapi Penting untuk Produk Makanan?

Kemasan merupakan bagian penting dari tampilan produk. Ketika produk dipajang di toko atau supermarket, konsumen dapat melihat kemasan terlebih dahulu. Kemasan yang rapi memberikan kesan produk yang lebih profesional.

Selain itu, kemasan berfungsi melindungi produk selama penyimpanan dan distribusi. Film yang membungkus produk dengan baik dapat membantu mengurangi paparan dari lingkungan luar sesuai dengan karakter material kemasan yang digunakan. Karena itu, proses pengemasan harus menjadi bagian dari pengendalian kualitas, bukan sekadar tahap terakhir sebelum produk dijual.

Mesin Kemasan Makanan untuk Produksi Skala Besar

Bagi produsen dengan volume produksi tinggi, proses manual dapat menjadi hambatan. Mengemas produk satu per satu membutuhkan tenaga kerja dan waktu. Hasilnya juga dapat berbeda antara satu kemasan dan lainnya.

Otomatisasi membantu mengurangi pekerjaan berulang tersebut. Mesin dapat melakukan proses pembungkusan dan sealing secara berkelanjutan. Dengan sistem yang tepat, produsen dapat meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga konsistensi tampilan kemasan. Hal ini sangat berguna bagi industri bakery, snack, makanan ringan, dan berbagai produk makanan padat lainnya.

Horizontal Bottom Roll dari FOTEC

Horizontal Bottom Roll Machine

Horizontal Bottom Roll Machine (juga dikenal sebagai Flow Wrap Machine dengan Bottom Film Feed) adalah mesin pengemasan otomatis yang dirancang untuk membungkus produk padat secara horizontal. Perbedaan utamanya dari model Top Roll adalah lokasi gulungan film dan sistem sealing bawahnya.

Kategori:

FOTEC menyediakan Horizontal Bottom Roll Machine untuk kebutuhan pengemasan produk padat yang membutuhkan sistem suplai film dari bawah.

Film berada di bawah produk selama proses awal pembungkusan. Selanjutnya, mesin melakukan proses pembentukan kemasan hingga sealing secara otomatis. Sistem tersebut dapat membantu menangani produk yang membutuhkan penanganan lebih lembut dibandingkan proses pengemasan tertentu.

Mesin memiliki kapasitas hingga 7.200 kantong per jam, tergantung pada jenis produk, ukuran kemasan, material film, dan konfigurasi mesin. Bagi produsen yang ingin meningkatkan kapasitas pengemasan, sistem ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.

Namun, pemilihan mesin tetap harus berdasarkan pengujian produk dan kebutuhan produksi. Dengan begitu, konfigurasi mesin dapat disesuaikan dengan karakter makanan yang akan dikemas.

Kesimpulan

Memilih Mesin Kemasan Makanan harus mempertimbangkan lebih dari sekadar kecepatan. Karakter produk, sistem suplai film, kualitas sealing, kapasitas, dan alur produksi juga perlu diperhatikan.

Untuk makanan padat yang agak basah, lembut, atau mudah rusak, sistem Horizontal Bottom Roll dapat menjadi solusi yang menarik. Suplai film dari bawah membantu menopang produk selama proses pembungkusan.

Dengan kapasitas hingga 7.200 kantong per jam, mesin dari FOTEC dapat membantu produsen meningkatkan efisiensi pengemasan.

Pada akhirnya, mesin yang tepat adalah mesin yang sesuai dengan karakter produk dan kebutuhan produksi. Pengujian produk sebelum pembelian juga penting agar hasil kemasan dapat memenuhi standar yang diinginkan.

Hubungi tim pemasaran FOTEC hari ini untuk konsultasi gratis dan penawaran terbaik. Konsultasikan karakter produk, jenis film, dan target kapasitas Anda agar konfigurasi mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Film dari bawah + penopang stabil + sealing konsisten = Kemasan rapi untuk produk lengket dan lembut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *